Archive for the ‘1’ Category

Jejaring Sosial

Monday, April 13th, 2009

Friendster Facebook

Jejaring sosial atau yang bahasa kerennya “Social Network” saat ini sedang mewabah diseluruh dunia. Sebut saja friendster, facebook, myspace, fupei (made in Indonesia), dll yang sudah memiliki masing-masing penggemar. Namun tidak sedikit pula yang memiliki akun pada tempat yang berbeda. Sebagai contoh, saya memiliki akun friendster dan juga facebook.

Latar belakang orang untuk bergabung dengan jejaring sosial sangatlah banyak. Mulai dari mencari teman lama ataupun teman baru juga pasangan. Bagi saya, bergabung dengan salahsatu atau beberapa jejaring sosial adalah untuk menjaga silaturahmi dengan teman sekolah dulu ataupun dengan relasi.

Saya termasuk orang yang mungkin belakangan kenal friendster (sekitar tahun 2005). Saya bergabung karena beberapa teman kuliah saya menanyakan akun friendster saya. Begitupula dengan facebook.

Situs jejaring sosial, menurut saya adalah sebuah media dimana masing-masing individu untuk tetap saling berhubungan tentunya dengan berbagai macam fitur didalamnya.

Situs jejaring sosial yang sedang beken di indonesia saat ini adalah friendster dan facebook. Kedua situs ini sebenarnya secara sadar atau tidak memiliki pangsa pasar yang berbeda. Berdasarkan pengamatan saya pribadi, friendster lebih digandrungi oleh anak kuliah kebawah (sma, smp, sd, tk - mungkin ga? :D). Sedangkan facebook lebih kepada orang dewasa, identik dengan profesional atau pekerja.

Belakangan facebook makin digandrungi karena memungkinkan untuk melakukan post message,wall,comment via aplikasi di smartphonne. Salah satunya adalah di blackberry. Kemudahan tersebut (paling penting “status update”) membuat facebook semakin terkenal. Karena tidak sedikit orang yang ingin kegiatannya diketahui oleh semua teman-temannya. Entah ketika sedang berlibur, atau makan siang di restoran AMIGOS.

Untuk hal yang diatas, friendster kalah cepat. Hal ini dikarenakan situs facebook menyediakan “open API” sehingga siapapun dapat mengembangkan aplikasi yang berbasis facebook. Sedangkan friendster pada awalnya “close API” baru belakangan menyediakan “open API”.

Bagi saya pribadi, saya lebih menyukai facebook karena bisa diakses langsung via blackberry, sehingga memudahkan saat mengecek status update teman-teman saya.

Gimana?sudah punya akun di facebook atau friendster?daftar yah… Nanti add saya :)

Selamat ber-friendster dan ber-facebook ria ya…….

—————————-
Sent using TELKOMSEL BlackBerry

Gelar versus Kompetensi

Sunday, August 24th, 2008

Suatu hari kami kedatangan tamu seorang mahasiswa. Tujuannya hari itu adalah untuk mendaftarkan laptopnya agar bisa mengakses hotspot yang tersedia dilingkungan kampus.

Adapun prosedur yang harus dilalui diantaranya adalah mencatat nama dan npm dari user yang bersangkutan. Ketika ditanya namanya siapa, mahasiswa ini langsung menjawab “dokter fulan”. Teman yang mencatat hanya menulis fulan saja. Kemudian mahasiswa ini mengulang menyebutkan namanya dengan “dokter fulan”. Proses penyebutan nama “dokter fulan” berlangsung kurang lebih 3 kali.

Setelah ditanya nama, teman saya ini menanyakan NPM yang bersangkutan. Ketika disebutkan ternyata angkatannya dibawah dari yang mencatat (adik angkatan).

Kondisi berbeda saya temui di Bandung. Pada saat saya baru mulai kuliah, sebagian besar dosen yang mengajar tidak pernah menyebutkan gelar mereka. Malah, kami yang berusaha untuk mencari tahu gelar dosen yang bersangkutan. Padahal mereka rata-rata S3 (baik dari dalam maupun luar negeri - yang terbaik).

Semua dosen saya itu kalau kita googling namanya, Insya Allah ketemu banyak. Baik itu informasi pribadi maupun informasi tentang penelitiannya (paper, makalah, dsb).

Kembali ke mahasiswa diatas, saya kemudian iseng mencari namanya via www.google.com, ternyata google pun tidak menemukannya :D

Fyi, teman yang mencatat nama mahasiswa tersebut saat ini sedang kuliah pasca sarjana (S2) di UGM :D

Gimana nih, gelar atau kompetensi? Perlukah kita menyebutkan gelar akademik atau agama saat berinteraksi dengan orang lain?

Kalau menurut saya sih…. gak perlu yah…. jangan-jangan maksud hati ‘riya’ ternyata lawan bicara kita gelarnya lebih tinggi… dijamin malu euy… :D

Suku Terasing v.s. Suku Terakhir

Tuesday, July 1st, 2008

Suku Terasing : Berada pada lokasi yang jauh dari peradaban (dipisahkan oleh bangunan yang sudah dihancurkan).

Suku Terakhir : Orang-orang yang pulang paling terakhir (terkadang sampai dikunciin sama security).

 “Kami adalah suku terakhir” :D

Broadband dan WI-FI

Monday, June 23rd, 2008

Beberapa hari yang lalu ada komplain dari salah seorang klien mengenai lambatnya koneksi internet. Kemudian beliau ini menganjurkan untuk menggunakan broadband dan wi-fi. Mudah-mudahan sedikit catatan ini bisa mengoreksi pemahaman mengenai broadband dan wi-fi yang klien tersebut sampaikan.

Broadband
Broadband adalah transmisi data kecepatan tinggi. Biasanya menggunakan media kabel atau nirkabel (wireless). Adapun salah satu contoh produknya adalah Telkomspeedy , FastMedia (berbasis kabel - xDSL), IM2 Broom dan Telkomsel Flash (3.5G - HSDPA).

Kecepatan transfer data yang ditawarkan diatas 128Kbps hingga 20Mbps.

Wi-Fi
Wi-fi (Wireless Fidelity) merupakan merek dagang dari koneksi nirkabel. Standar IEEE dari Wi-fi adalah 802.11b, 802.11a, 802.11g dan 802.11n. Masing-masing standar ini memiliki kecepatan transfer data yang berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan modulasi yang digunakan pada masing-masing standar. IEEE 802.11b dan IEEE 802.11g menggunakan bekerja pada frekuensi 2.4GHz, sedangkan IEEE 802.11a mengunakan frekuensi 5GHz. Untuk IEEE802.11n rencananya akan menggunakan frekuensi 2.4GHz dan 5 GHz.

Peralatan Wi-Fi biasanya dapat kita temukan (embedded) pada notebook (laptop) atau PDA.

Berikut ini perbandingan antar standar WiFi (dari http://en.wikipedia.org/wiki/IEEE_802.11)

802.11
Protocol
Release[3] Freq.
(GHz)
Thru.
(Mbit/s)
Data
(Mbit/s)
Mod. rin.
(m)
rout.
(m)
1997 2.4 00.9 002   ~20 ~100
a 1999 5 23 054 OFDM ~35 ~120
b 1999 2.4 04.3 011 DSSS ~38 ~140
g 2003 2.4 19 054 OFDM ~38 ~140
n 2009 2.4, 5 74 248   ~70 ~250[4]
y 2008 3.7 23 054   ~50 ~5000

Kecepatan transfer data tertinggi menggunakan wireless adalah sekitar 248 Mbps dengan menggunakan standar 802.11n. Standar n, ini baru direlease sekitar tahun 2009. Jadi saat ini kecepatan tertinggi yang dapat dicapai adalah 54Mbps.

Sedangkan untuk transfer data menggunakan kabel sekarang sudah mencapai 10Gbps (IEEE 802.3an).
Penutup
Saat ini Universitas YARSI telah memiliki 5 koneksi ADSL (telkomspeedy) dimana masing-masing koneksi memiliki kecepatan transfer data sekitar 250 Kbps - 384 Kbps. Ditambah satu koneksi wireless (5GHz - jetcoms) sebesar 256Kbps. Sehingga total bandwidth yang dimiliki oleh Universitas YARSI saat ini sekitar 2Mbps (asumsi kecepatan rata-rata koneksi ADSL sekitar 384 Kbps).

(diolah dari berbagai sumber)

CMIIW